Minggu, 15 Januari 2017

Individu, Keluarga dan Masyarakat


Pengertian Individu.
         Individu memiliki arti yang terbagi atau kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisahkan lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan. Dari uraian singkat diatas dapatlah disimpulkan, bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya.

Pengertian Pertumbuhan.
           Pertumbuhan adalah suatu perubahan yang menuju ke arah yang lebih maju dan lebih dewasa. Perubahan dan proses merupakan suatu hal yang saling berkaitan. Pertumbuhan dapat dinyatakan secara kuantitatif dan kualitatif karena pertumbuhan dapat diketahui dengan cara melihat dan mengamati perubahan tersebut.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan.

a). Pendirian Nativistik.
       Para ahli berpendapat, bahwa pertumbuhan individu ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir (keturunan) meliputi kemiripan antara orangtua dengan anaknya.
Dalam Contoh kasus ada Seorang Ayah memiliki keahlian bermusik maka kemungkinan besar anaknya memiliki keahlian yang sama. Tetapi hal ini menimbulkan keragu-raguan apakah hal ini benar disebabkan oleh faktor keturunan atau hal-hal lain yang dapat memberikan dorongan kearah kemajuanya.
 
b). Pendirian Empiristik dan Environmentalistik.
       Para ahli berpendapat, bahwa pertumbuhan individu berasal dari faktor lingkungan bukan melalui faktor keturunan / dasar yang terpendam di dalam diri sejatinya.
Contoh budaya membentuk norma, perilaku, sikap, dan nilai yang diwariskan turun-temurun dalam suatu lingkungan dapat membentuk kepribadian seseorang yang berada dalam lingkungan tersebut.

c).Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme.
      Konsepsi konvergensi ialah konsepsi interaksionisme yang berpandangan dinamis yang menyatakan bahwa interaksi antara Faktor keturunan (dasar) dan Faktor lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.

d).Tahapan Pertumbuhan Individu Berdasar Psikologi.
=> Masa Vital (0-2): yakni masa baru anak atau masa eksplorasi dimana seorang individu mengenal dan mempelajari hal-hal baru.
=> Masa Estetik (2–7): yakni masa pertumbuhan rasa keindahan melalui pertumbuhan fungsi pancaindera.
=> Masa Intelektual (7-14):yakni masa sosialisasinya dan pertumbuhan karakter awal, Imajinasi, keingintahuan, minat belajar dan disiplin.
=> Masa Sosial (14-21): yakni masa baru dalam hal proses pendewasaan, dimulai dari mengetahui jati dirinya hingga perencanaan masa depan.

Pengertian Fungsi Keluarga.
Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga tersebut.

Macam-macam Fungsi Keluarga.
  • Fungsi Biologis, yaitu fungsi Keluarga dalam melakukan tugas utamanya untuk meneruskan keturunannya.
  • Fungsi Pemeliharaan, yaitu fungsi Keluarga untuk melindungi setiap bagian anggota keluarganya dari gangguan – gangguan dengan cara menyediakan rumah sebagai tempat bernaung, memberikan layanan kesehatan ketika salah satu anggotanya sakit dan memberikan keamanan dari segala bahaya yang mengancam.
  • Fungsi Ekonomi, yaitu fungsi Keluarga sebagai pemenuh kebutuhan setiap anggotanya. Misalnya seperti seorang kepala keluarga yang mencari nafka untuk mencukupi kebutuhan keluarganya setiap hari.
  • Fungsi Keagamaan, yaitu fungsi Keluarga sebagai media untuk mengenalkan/menanamkan nilai-nilai atau unsur keagamaan kepada anggotanya. Misalnya dengan menanamkan keyakinan umat manusia akan adanya Tuhan serta jalan hidup di dunia ini maupun di akhirat kelak.
  • Fungsi Sosial, yaitu fungsi Keluarga sebagai pemersiap masa depan anaknya jika kelak suatu saat nanti terjun ke dalam dunia masyarakat dan lingkungannya.

Keluarga.
        Keluarga adalah sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang tinggal bersama dan yang masih memiliki hubungan darah, masih dalam keadaan ketergantungan, dan bersatu.

Masyarakat.
       Masyarakat (society) berasal dari bahasa arab yang berarti berkumpul dan bekerja sama. Adanya saling berkumpul dan bekerjasama ini karena adanya bentuk-bentuk aturan hidup yang bukan disebabkan oleh manusia sebagai perseorangan, melainkan oleh kekuatan lain dalam lingkungan sosial yang merupakan kesatuan. 

Penggolongan Masyarakat.

Masyarakat Sederhana, Kelompok masyarakat dalam lingkungan sederhana (primitif) dimana pola pembagian kerjanya cenderung berdasarkan pada jenis kelamin anggotanya.

Masyarakat Maju, Kelompok sosial yang memiliki banyak organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai.

  • Masyarakat non-Industri, Secara garis besar, kelompoknasional atau organisasi kemasyarakatan non industri dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu kelompok primer (primary group) dan kelompok sekunder (secondary group).
    • Dalam kelompok primer, interaksi anggotanya terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Kekeluargaan dan rasa simpati adalah Sifat interaksi dalam kelompok primer karena para anggota kelompok sering berdialog dan bertatap muka.
    • Dalam kelompok sekunder, interaksi anggotanya tidak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh karena itu, sifat interaksi, pembagian kerja antar anggota kelompok di atur atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional, obyektif.
  • Masyarakat Industri, Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakin tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal pengkhususan. Otonomi sejenis, juga menjadi ciri dari bagian atau kelompok-kelompok masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.

Hubungan Antara Individu, Keluarga, dan Masyarakat.

      Manusia sebagai makhluk individu dalam arti tidak dapat dipisahkan antara jiwa dan raganya dalam prosesnya untuk bisa berkembang ia memerlukan keterpaduan antara perkembangan jasmani maupun rohani. Sebagai makhluk yang sosial, seorang individu tidak dapat berdiri sendiri dan saling membutuhkan antara dirinya sendiri dengan individu lainnya untuk mengadakan hubungan sosialisasi di tengah – tengah masyarakat.

      Keluarga yang memiliki berbagai fungsi yang dijalankannya merupakan perwujudan dari suatu wahana/wadah dimana seorang Individu mengalami proses bersosialisai untuk yang pertama kalinya juga memiliki peranan yang begitu penting bagi Individu tersebut karena dari keluargalah seorang Individu itu ditempa karakternya untuk bisa menjadi bagian dari masyarakat luas ketika dewasa nanti.

     Sebagai bagian yang tak dapat dipisahkan dari masyarakat, Keluarga juga memiliki kolerasi fungsional dengan masyarakat tertentu. Itulah sebabnya mengapa proses pengembangan Individu menjadi seseorang yang berwatak dan memiliki kepribadian seharusnya diarahkan sesuai dengan struktur masyarakat yang ada, sehingga seorang Individu menjadi seseorang yang dewasa dan mampu mengendalikan dirinya sendiri juga melakukan sosialisasi di dalam masyarakat yang ada di lingkungannya.

      Masyarkat adalah kelompok manusia yang saling berinteraksi dan memiliki keterikatan untuk mencapai suatu tujuan bersama. Masyarakat adalah tempat dimana seorang Individu mampu melihat dengan jelas proyeksi pengembangan itu. Jika keluarga adalah tempat dimana awal proses bermula, maka dalam masyarakatlah individu akan di uji coba untuk mengembangkan apa yang telah ia dapatkan dari keluarganya untuk diterapkan ketika menjadi bagian dari masyarakat.

     Seorang individu yang berada dalam masyarakat tertentu berarti dirinya telah berada dalam suatu konteks budaya tertentu. Pada tahap inilah arti keunikan individu itu menjadi jelas dan bermakna, karena disinilah Individu itu akan terlibat secara langsung dan menjadi perwujudan anggota masyarakat.

Urbanisasi.
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Proses urbanisasi dapat terjadi dengan lambat maupun cepat, hal ini tergantung daripada keadaan msyarakat yang bersangkutan. Sehubungan dengan proses tersebut, maka ada beberapa sebab yang mengakibatkan suatu daerah tempat tinggal mempunyai penduduk yang baik. Artinya adalah, sebab suatu daerah memiliki daya tarik sedemikian rupa. Adapun sebab-sebabnya adalah sebagai berikut :
  • Daerah termasuk menjadi pusat ibukota atau pusat pemerintahan.
  • Tempat tersebut letaknya sangat strategis sekali untuk usaha-usaha perdagangan/perniagaan.
  • Timbulnya industri di daerah itu, yang memproduksikan barang-barang maupun jasa-jasa.  
 Referensi :
~e-book ( Ilmu Sosial Dasar / bab.3 ) elearning.gunadarma.ac.id
~http://openr3.blogspot.co.id/2014/10/makalah-individu-keluarga-dan-masyarakat.html
~https://ayoesjournal.wordpress.com/2015/10/06/tugas-ilmu-sosial-dasar-individu-keluarga-dan-masyarakat/
~http://www.rangkumanmakalah.com/individu-keluarga-dan-masyarakat/



Rabu, 16 November 2016

Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan



 
                Tabel Perkembangan Penduduk Dunia

Tahun
Jumlah Penduduk
Perkembangan pertahun
1956
2,811,572,031
~~
1966
3,397,475,247
2.09%
1976
4,146,135,850
1.80%
1986
4,953,376,710
1.86%
1996
5,821,016,750
1.33%
2006
6,593,227,977
1.21%
2016
7,404,976,783
1.07%
2026
8,153,677,369
0.85%
2036
8,804,405,816
0.68%
Source : www.geohive.com

                     Tabel Penggandaan Penduduk Dunia

Tahun Penggandaan
Perkiraan Penduduk Dunia
Waktu
800 SM
5 juta
~~
1650
500 juta
1500
1830
1 milyard
180
1930
2 milyard
100
1975
4 milyard
45
2024
8 milyard
49
Source : www.geohive.com

Pertambahan penduduk di suatu daerah atau negara pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor-faktor demografi, yakni :
  • Kelahiran (Fertilitas/Natalitas)
  • Kematian (Mortalitas)
  • Migrasi  
Angka kematian kasar (Crude Death Rate/CDR)
Angka kematian kasar adalah angka yang menunjukkan banyaknya kematian setiap 1.000 penduduk dalam waktu satu tahun.
CDR dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini.
CDR = M/P x 1.000
Keterangan :
-CDR  = Angka kematian kasar
-M       = Jumlah kematian selama satu tahun
-P        = Jumlah penduduk pertengahan tahun
-1.000 = Konstanta
Kriteria angka kematian kasar (CDR) dibedakan menjadi tiga macam.
~CDR kurang dari 10, termasuk kriteria rendah
~CDR antara 10 – 20, termasuk kriteria sedang
~CDR lebih dari 20, termasuk kriteria tinggi
Angka kematian khusus (Age Specific Death Rate/ASDR)
Angka kematian khusus yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kematian setiap 1.000 penduduk pada golongan umur tertentu dalam waktu satu tahun.
ASDR dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini.
ASDR = Mi/Pi x 1.000
Keterangan :
-ASDR = Angka kematian khusus
-Mi       = Jumlah kematian pada kelompok umur tertentu
-Pi        = Jumlah penduduk pada kelompok tertentu
-1.000  = Konstanta

Angka kelahiran kasar (Crude Birth Rate/CBR)
Angka kelahiran kasar adalah angka yang menunjukkan banyaknya kelahiran bayi setiap 1.000 penduduk.
CBR dapat dihitung dengan rumus berikut ini.
CBR = L/P x 1.000
Keterangan :
CBR  : Crude Birth Rate (Angka Kelahiran Kasar)
L        : Jumlah kelahiran selama 1 tahun
P        : Jumlah penduduk pada pertengahan tahun
1.000 : Konstanta
Kriteria angka kelahiran kasar (CBR) di bedakan menjadi tiga macam.
~CBR < 20, termasuk kriteria rendah
~CBR antara 20 – 30, termasuk kriteria sedang
~CBR > 30, termasuk kriteria tinggi
Angka kelahiran khusus (Age Specific Birth Rate/ASBR)
Angka kelahiran khusus yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kelahiran bayi setiap 1.000 penduduk wanita pada kelompok umur tertentu.
ASBR dapat dihitung dengan rumus berikut ini.
ASBR = Li/Pi x 1.000
Keterangan :
- ASBR: Angka kelahiran khusus
- Li       : Jumlah kelahiran dari wanita pada kelompok umur tertentu
- Pi       : Jumlah penduduk wanita umur tertentu pada pertengahan tahun
- 1.000 : Konstanta

Migrasi
Migrasi adalah perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain.
Macam-Macam Migrasi:
  • Migrasi Internasional => Imigrasi, Emigrasi, Repatriasi.
  • Migrasi Nasional => Urbanisasi, Transmigrasi, Remigrasi.
Proses Migrasi :
  • Migrasi bertahap.
  • Migrasi langsung.
Berikut ini adalah akibat yang muncul dari migrasi :
  • Akan terjadi pertikaian didalam suatu kota yang banyaknya imigrasi dikarenakan banyaknya perbedaan dimulai dari suku, sosial budaya, pola pikir, adab tutur kata, dan memandang suatu nilai orang
  • Akan cepatnya terjadi bencana alam, karena semakin banyak penduduk, maka lahan penghijauan pun menjadi sasaran untuk dibuatnya perumahan sehingga resapan air berkurang dan akan menimbulkan bencana alam dan juga wabah penyakit
  • Kesehatan menjadi harga yang lebih mahal di dalam kota migrasi karena, makin banyak imigran yang datang dengan membawa alat kendaraannya dan juga elektronik yang mempunyai radiasi dan polusi pun dimana-mana 
  • Lahan pekerjaan yang semakin sempit karena padatnya penduduk yang menetap di kota migrasi tanpa diimbangi dengan pembukaan lapangan kerja baru. 
Tiga jenis struktur penduduk:
  • Piramida penduduk muda => Menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang.
  • Piramida stationer => Menggambarkan keadaan penduduk yang tetap sebab tingkat kematian rendah & tingkat kelahiran tidak terlalu tinggi.
  • Piramida penduduk tua => Menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian kecil sekali.
Rasio Ketergantungan
      Rasio ketergantungan ialah angka yang menunjukkan perbandingan jumlah penduduk golongan umur yang belum produktif dan sudah tidak produktif kerja lagi dengan jumlah penduduk golongan umur produktif kerja, biasanya dinyatakan dalam persen (%).

Kebudayaan dan Kepribadian

Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan di Indonesia  

~Zaman Batu Tua (Palaeolithikum) 
      Pada zaman ini, manusia hidup secara nomaden atau berpindah-randah dalam kumpulan kecil untuk mencari makanan. Mereka mencari biji-bijian, umbi, serta dedaunan sebagai makanan. Mereka tidak bercocok tanam. Mereka menggunakan batu, kayu dan tulang binatang untuk membuat peralatan sehari-hari. Alat-alat ini juga digunakan untuk mempertahankan diri dari musuh.
     Berdasarkan penelitian para ahli prehistori, bangsa-bangsa Proto-Austronesia pembawa kebudayaan Neolithikum berupa kapak batu besar ataupun kecil bersegi-segi berasal dari Cina Selatan, menyebar ke arah selatan, ke hilir sungai-sungai besar sampai ke semenanjung Malaka Lalu menyebar ke Sumatera, Jawa. Kalimantan Barat, Nusa Tenggara, sampai ke Flores, dan Sulawesi, dan berlanjut ke Filipina.
~Zaman Batu Muda (Neolithikum)
      Manusia pada zaman batu muda telah mengenal dan memiliki kepandaian untuk mencairkan/melebur logam dari biji besi dan menuangkan ke dalam cetakan dan mendinginkannya. Oleh karena itulah mereka mampu membuat senjata untuk mempertahankan diri dan untuk berburu serta membuat alat-alat lain yang mereka perlukan.
      Berdasarkan penelitian para ahli prehistori, bangsa-bangsa Proto-austronesia yang masuk dari Semenanjung Indo-China ke Indonesia itu membawa kebudayaan Dongson, dan menyebar di Indonesia. Materi dari kebudayaan Dongson berupa senjata-senjata tajam dan kapak berbentuk sepatu yang terbuat dari bahan perunggu.

Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam
     
     Salah satu jalur masuk penyebaran agama hindu, buddha, islam di indonesia itu melalui perdagangan. Indonesia adalah wilayah strategis yang dijadikan jalur perdangangan dunia, selain itu indonesia memiliki sumber daya alam yangg banyak dan berkualitas, sehingga memicu pedangang india dan pedagang timur tengah masuk ke wilayah Indonesia sekaligus menyebarkan agamanya, semakin lama berkembang mulailah dikenal adanya kasta. sehingga, pada saat itu, berdirilah berbagai kerajaan hindhu budha, dan islam yg ada di Indonesia, sehingga di Indonesia tersebar agama hindu, budha, islam dan saat ini, banyak peninggalan arca,prasasti dan candi, maupun peninggalan para sultan dan wali di Indonesia yg dibentuk pada masa itu.

Kebudayaan Barat
      
      Masuknya budaya Barat ke Negara Republik Indonesia ketika kaum kolonialis atau penjajah masuk ke Indonesia. Penguasaan dan kekuasaan perusahaan dagang Belanda (VOC) dan berlanjut dengan pemerintahan kolonialis Belanda, di kota-kota provinsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan dengan bergaya arsitektur Barat. Dalam waktu yang sama, dikota-kota pusat pemarintahan, terutama di Jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua lapisan sosial ; Lapisan sosial yang terdiri dari kaum buruh, dan kaum pegawai.
    Sehubungan dengan itu penjelasan UUD’45 memberikan tentang kebudayaaan bangsa Indonesia adalah: kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha rakyat Indonesia seluruhnya, termasuk kebudayaan lama dan asli yang ada sebagai puncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia. Dalam penjelasan UUD’45 ditujukan ke arah mana kebudayaan itu diarahkan, yaitu menuju kearah kemajuan budaya dan persatuan, dengan tidak menolak bahan baru kebudayaan asing yang dapat mengembangkan kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia.

Referensi :
~e-book ( Ilmu Sosial Dasar / bab.2 ) elearning.gunadarma.ac.id
~http://www.berpendidikan.com/2015/06/pengertian-dan-rumus-angka-kematian-kasar.html
~http://www.berpendidikan.com/2015/06/pengertian-dan-rumus-angka-kelahiran-kasar.html
~http://www.genggaminternet.com/pengertian-migrasi-dan-urbanisasi/